Fitofarmaka, Pilihan Obat dengan Kembali ke Alam (Bagian 2)

Posted on
Loading...

Fitofarmaka, Pilihan Obat dengan Kembali ke Alam (Bagian 2)

Saat ini hanya ada 18 fitofarmaka di Indonesia.

Loading...

REPUBLIKA.CO.ID, Fitofarmaka adalah pilihan untuk negara-negara seperti Indonesia dengan kekayaan biologis yang melimpah. Dengan masa pengembangan lima hingga 10 tahun dengan dana Rp. 8 miliar hingga Rp. 10 miliar, dari penelitian awal hingga menjadi obat, penilaian ekonomi pasti.

Sebagai perbandingan, untuk mengembangkan obat konvensional atau kimia senyawa tunggal biasanya membutuhkan setidaknya 20 hingga 30 tahun. Investasinya sangat besar, mencapai Rp 50 miliar atau bahkan Rp 100 miliar.

Perusahaan farmasi Indonesia mana yang ingin melakukan penelitian obat senyawa tunggal itu?

Mereka harus mencari DHA aktif dan harus menemukan sintesis yang cocok untuk pasar industri dan tidak perlu banyak langkah. Investasi pada tahap ini sangat besar, dan harus dilewati sebelum memasuki tahap selanjutnya mulai dari praklinis, uji klinis 1, uji klinis 2, uji klinis 3 di mana hasil obat keseluruhan harus 100 persen aman bagi manusia.

Di Amerika Serikat dan Eropa, obat yang dikembangkan saat ini harus memiliki kemampuan penyembuhan dibandingkan obat yang sudah ada di pasaran. Bahkan jika apa yang sedang atau akan dikembangkan sama efektifnya dengan yang sudah ada, Food and Drug Administration (FDA) mereka tidak akan menyetujuinya.

Sangat ketat untuk mengembangkan obat konvensional, oleh karena itu melihat kekayaan leluhur menjadi alternatif.

sumber: Antara

sumber

Loading...