Kesendirian Bisa Memperburuk Kondisi Pasien Sakit Jantung

Posted on
Loading...

Kesendirian Bisa Memperburuk Kondisi Pasien Sakit Jantung

Pasien sakit jantung perlu melakukan berbagai rekomendasi perawatan gaya hidup.

Loading...

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Sebuah studi baru menunjukkan bahwa kesepian bisa memperburuk kondisi orang dengan penyakit jantung. Peneliti Polandia menilai 475 kepatuhan pasien jantung dengan obat yang membatasi asupan garam dan cairan, aktif secara fisik, dan menimbang diri mereka sendiri setiap hari.

Kurang dari satu dari 10 pasien gagal jantung mengikuti rekomendasi perawatan gaya hidup. Hanya tujuh pasien yang mengikuti keempat rekomendasi gaya hidup.

Hampir 48 persen tidak berolahraga, dan 19 persen jarang berolahraga. Sekitar 25 persen tidak pernah dan 17 persen jarang mematuhi pembatasan cairan, sedangkan 13 persen tidak pernah dan 22 persen jarang membatasi asupan garam. Sekitar 54 persen dari pasien menimbang diri mereka sendiri kurang dari sekali seminggu, dan 17 persen melakukannya seminggu sekali.

Pembatasan garam dan cairan membantu menjaga retensi cairan tetap terkendali. Olahraga berfungsi meningkatkan tingkat energi dan kualitas hidup, jelas penulis penelitian.

Kegagalan untuk mengikuti rekomendasi gaya hidup atau minum obat secara teratur berkontribusi pada memburuknya gejala gagal jantung dan peningkatan risiko rawat inap.

“Kesendirian adalah prediktor paling penting dari apakah pasien mengadopsi saran atau tidak,” kata penulis senior studi Beata Jankowska-Polaska, dari Wroclaw Medical University, dilansir dari Health24, Rabu (4/12).

“Pasien yang sendirian melakukan lebih buruk di semua bidang. Anggota keluarga memiliki peran sentral dalam membantu pasien mematuhi, terutama pasien yang lebih tua, dengan memberikan dukungan emosional, bantuan praktis, dan saran,” katanya.

Peneliti juga menemukan bahwa wanita kurang patuh dibandingkan pria. Pasien di atas 65 memiliki skor lebih buruk daripada pasien yang lebih muda.

Dokter dan perawat perlu mendorong perawatan diri yang lebih baik pada pasien mereka dengan gagal jantung, menurut Jankowska-Polaska.

“Pasien memerlukan instruksi tertulis yang jelas tentang bagaimana berolahraga misalnya, sementara pesan teks atau panggilan telepon dapat digunakan sebagai pengingat. Penting untuk memeriksa bahwa pasien memahami saran, menyesuaikan rekomendasi, dan menilai kepatuhan pada setiap kunjungan,” katanya.

Penelitian ini dipresentasikan pada Heart Failure 2019, sebuah pertemuan Perhimpunan Kardiologi Eropa, di Athena. Studi yang dipresentasikan pada pertemuan ilmiah harus dianggap pendahuluan sampai diterbitkan dalam jurnal.

sumber

Loading...