Mengenali Artritis Gout, Asam Urat dan Permasalahannya

Posted on
Loading...

Warning: mysqli_query(): (HY000/3): Error writing file '/tmp/MYoUl6a7' (Errcode: 28 - No space left on device) in /srv/users/serverpilot/apps/wanitatrendi/public/wp-includes/wp-db.php on line 2007

Mengenali Artritis Gout, Asam Urat dan Permasalahannya

Orang mengenali artritis gout sebagai penyakit yang paling menyakitkan

Loading...

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Gout arthritis atau radang sendi akibat peningkatan kadar asam urat darah sebenarnya sudah dikenal sejak lama sejak Mesir kuno di era sebelum Masehi. Saat itu masyarakat banyak belajar tentang adanya penyakit yang sering disebut sebagai "raja segala penyakit dan penyakit raja".

Hal ini dikarenakan masyarakat mengenal gout arthritis sebagai penyakit persendian yang terasa paling nyeri dibandingkan dengan nyeri rematik lainnya. Selain itu, artritis gout sangat erat kaitannya dengan gaya hidup santai terkait dengan kebiasaan makan dan konsumsi alkohol yang berlebihan serta kebiasaan para raja dan bangsawan.

Menurut Dr. Rizasyah Daud, M.Sc., SpPD-KR, FINASIM dari R.S. Azra-Bogor, kebiasaan makan yang berlebihan akan meningkatkan asupan asam amino purin dari protein makanan yang merupakan cikal bakal asam urat ke dalam tubuh. Di sisi lain, kebiasaan banyak minum alkohol juga akan mampu meningkatkan produksi asam urat tubuh sendiri dan menghambat ekskresi asam urat melalui ginjal. Di Indonesia hal ini dibuktikan dengan tingginya frekuensi terjadinya artritis gout di Sulawesi Utara dimana konsumsi alkohol di daerah tersebut sangat tinggi dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.

Bertentangan dengan pendapat populer, artritis gout sebenarnya bukan akibat langsung dari tingginya kadar asam urat dalam darah. Artritis gout hanya dapat terjadi jika kadar asam urat darah naik melebihi titik jenuhnya, yang menyebabkan terbentuknya kristal mono natrium urat (kristal MSU). Kristal MSU inilah yang akan mengendap di sendi dan merangsang peradangan sendi. Jika artritis gout tidak dicegah atau diobati dengan baik, maka kedepannya akan terjadi serangan artritis gout yang berulang, yang jika terjadi berulang kali akan menyebabkan kerusakan struktur sendi yang permanen.

Dalam keadaan normal asam urat selalu ada di dalam darah akibat rusaknya sel jaringan tubuh yang telah aus atau rusak. Selain itu, tubuh akan selalu mengubah asam amino purin yang didapat dari asupan protein dalam makanan menjadi asam urat sehingga dapat dikeluarkan melalui ginjal. Gangguan fungsi ginjal akibat gangguan ginjal atau penyakit lain seperti diabetes melitus dan tekanan darah tinggi akan menurunkan kemampuan ginjal untuk mengeluarkan asam urat dari dalam tubuh. Selain itu, keganasan dan tuberkulosis juga akan mampu meningkatkan produksi asam urat akibat peningkatan kerusakan sel jaringan tubuh meski kemampuan ginjal untuk mengeluarkan asam urat tidak berubah.

Rizasyah juga menyebutkan, jika terjadi peningkatan kadar asam urat yang melebihi titik jenuhnya dalam waktu yang lama, akan terbentuk kristal MSU yang disebut tofus dan dapat mengendap di ginjal, pada jaringan yang kendor di bawah kulit seperti di bagian belakang. telinga, tumit atau sekitar sendi siku dan jari2. Jika tidak ditangani dengan baik, tofus dapat pecah dan mengeluarkan isinya berupa endapan kristal MSU yang bercampur dengan sel inflamasi. Gejala klinis dari gout arthritis adalah gambaran umum dari peradangan sendi berupa pembengkakan, peningkatan suhu dan gangguan fungsi sendi yang terlibat, ujarnya.

Sebenarnya tidak sulit untuk dapat mendiagnosis gout arthritis hanya berdasarkan riwayat penyakit dan pemeriksaan persendian. Pada artritis gout, nyeri dan bengkak pada persendian datang secara tiba-tiba dan sangat khas pada persendian yang sebelumnya tidak memiliki gejala sama sekali, terutama pada persendian jempol kaki yang disebut “podagra”.

Pada serangan kedua dan selanjutnya, pembengkakan dan nyeri sendi bisa meluas ke sendi lain. Terkadang serangan artritis gout akut juga bisa disertai gejala demam dan peningkatan jumlah leukosit darah tepi sehingga menyerupai gejala radang sendi akibat infeksi. Namun secara umum diagnosis artritis gout akut akan mudah ditegakkan karena sebagian besar serangan artritis gout akut akan selalu ditandai dengan adanya podagra. Selain itu, serangan artritis gout akut juga akan cepat hilang dalam waktu singkat antara 8 jam hingga 3 hari setelah memulai pengobatan.

Diagnosis pasti dari artritis gout umumnya mudah dilakukan dengan hanya mengambil cairan sendi dari tofus untuk diperiksa di bawah mikroskop. Dalam analisis cairan sendi pada pasien dengan artritis gout, jumlah sel inflamasi yang sangat tinggi dapat ditemukan. Pada pemeriksaan radiologi sinar-X, artritis gout secara umum akan menunjukkan gambaran karakteristik yang menunjukkan adanya kerusakan tulang dan tulang rawan sendi disertai endapan kristal MSU pada struktur sendi dan sekitarnya. .

Pengobatan artritis gout umumnya ditujukan untuk mengatasi nyeri pada serangan akut, mencegah serangan gout berulang, dan mencegah artritis gout kronis menjadi kronis. Karena peningkatan kadar asam urat seringkali merupakan akibat dari gaya hidup yang tidak sehat, mengidentifikasi kemungkinan faktor korektif seperti kelebihan berat badan, kadar lemak darah tinggi, hipertensi dan kebiasaan konsumsi alkohol dapat berguna dalam meningkatkan kadar asam urat darah. Sayangnya, perubahan gaya hidup, yang merupakan elemen pengobatan yang sangat penting, jarang diikuti oleh penderita.

Obat utama untuk artritis gout adalah colchicine, alkaloid yang diisolasi dari tanaman Colchicum autumnale yang telah dikenal sejak Mesir kuno. Bagaimana kolkisin bekerja dalam mengobati gejala artritis gout masih belum jelas.

Untuk mempercepat penyembuhan artritis gout, colchicine biasanya digunakan dengan obat antiinflamasi non steroid (NSAID) dan kortikosteroid dosis tinggi untuk waktu yang singkat sampai peradangan pada persendian mereda. Pada pasien yang penggunaan NSAIDs tidak memungkinkan, misalnya pada pasien dengan artritis gout dengan gagal ginjal kronik, suntikan kortikosteroid intrartikular langsung ke sendi yang terkena dapat diberikan.

Menurut Rizasyah, penggunaan obat penurun asam urat darah seperti allopurinol dan febuxostat akan mengurangi frekuensi terjadinya serangan artritis gout berikutnya dan selanjutnya akan mengurangi kemungkinan terbentuknya tofus dan juga akan mengurangi risiko kerusakan sendi yang terlibat. .

Tanpa adanya upaya untuk menjaga kadar asam urat darah agar tetap dalam batas normal setelah episode serangan artritis gout akut, penderita gout arthritis akan tetap mengalami episode gout yang berulang.

Gout rematik bukan disebabkan oleh peningkatan kadar asam urat dalam darah, melainkan disebabkan oleh pengendapan kristal MSU di rongga sendi yang akan memicu terjadinya peradangan sendi. Upaya penurunan kadar asam urat darah pada saat serangan gout akut akan meningkatkan produksi kristal MSU yang akan menyebabkan peningkatan aktivitas inflamasi pada rongga sendi sehingga sendi yang terkena akan semakin terasa nyeri. Penggunaan obat untuk menurunkan kadar asam urat darah sebaiknya hanya digunakan jika gejala pembengkakan dan nyeri sendi yang meradang telah teratasi dengan baik.

sumber

Loading...