Pakar: Pasien Covid-19 Sembuh Berisiko Alami Paru-Paru Keras

Posted on
Loading...

Pakar: Pasien Covid-19 Sembuh Berisiko Alami Paru-Paru Keras

Pengerasan paru-paru atau fibrosis berisiko bagi pasien Covid-19 yang menderita pneumonia.

Loading...

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Asosiasi Dokter Paru-Paru Indonesia (PDPI) mencurigai bahwa pasien COVID-19 yang telah sembuh dari penyakit berisiko mengalami fibrosis atau paru-paru mereka mengeras. Ini bisa mengurangi fungsi paru-paru.

"Jika dia tidak ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome atau pneumonia berat) sebenarnya (dia) tidak berisiko (mengalami) fibrosis paru, "kata Dr. Dianiati K Sutoyo, SpP (K) di Webinar Paru terkait kemungkinan kerusakan paru-paru akibat COVID-19 di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan bahwa secara teori tidak semua pasien COVID-19 akan mengalami fibrosis. Kecuali, jika pasien menderita pneumonia berat saat masih menderita COVID-19.

"Meski begitu, akan ada juga mekanisme (selain) selain ARDS yang (menyebabkan) fibrosis paru. Ada, apakah dari virus, apakah dari mekanisme COVID-19 atau dari hipotensi. Jadi kita harus mengevaluasinya," dia berkata.

Namun, ia menekankan bahwa seseorang bisa sangat berisiko terkena fibrosis ketika seseorang menderita pneumonia berat. Meskipun pasien ARDS secara umum tidak semuanya berakhir dengan & # 39; fibrosis paru jangka panjang & # 39;

Sementara itu, dokter paru Dr. Andika Chandra Putra pada kesempatan lain mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada penelitian besar terkait dugaan terjadinya fibrosis pada pasien yang telah dinyatakan sembuh dari COVID-19. Namun, sebuah laporan penelitian dari Hong Kong mengatakan, sepertiga dari sembilan pasien yang sembuh dari COVID-19 memiliki fibrosis yang menurunkan fungsi paru-paru setelah mereka menderita ARDS atau pneumonia berat.

Pada pasien dengan fibrosis, patogenesis paru-paru pada awalnya akan meradang jika terjadi infeksi atau peradangan. Secara bertahap, alveoli paru-paru akan menebal sampai mereka mengalami fibrosis atau pengerasan paru-paru.

"Ketika paru-paru mengeras, defleksi paru-paru juga akan terganggu, sehingga pada akhirnya mengurangi fungsi paru-paru," kata Andika.

sumber: Antara

sumber

Loading...