Psikolog: Kesehatan Mental Tenaga Medis Harus Jadi Perhatian

Posted on
Loading...

Psikolog: Kesehatan Mental Tenaga Medis Harus Jadi Perhatian

Perlu ada pengaturan untuk jam kerja dan beban kerja untuk menghindari kelelahan.

Loading...

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kesehatan mental tenaga medis yang merawat pasien Covid-19 perlu mendapat perhatian. Jika perlu harus mengidentifikasi dengan bantuan seorang psikolog, terutama bagi mereka yang sudah memiliki masalah psikologis sebelumnya.

"Bagi mereka yang menggunakan fasyankes (fasilitas pelayanan kesehatan), ada psikolog yang mungkin dapat berdiskusi dengan psikolog untuk mengidentifikasi petugas kesehatan yang sudah memiliki masalah psikologis sebelum timbulnya pandemi ini," kata psikolog Annelia Sari Sani dalam sebuah diskusi melalui konferensi video. dimoderatori oleh Asosiasi Psikologis. Clinical (GPA) Indonesia di Jakarta, Rabu (8/4).

Psikolog yang berpraktik di Rumah Sakit Harapan Kita mengatakan bahwa ini perlu dilakukan karena dalam situasi pandemi Covid-19, staf medis mengalami tekanan baru. Kondisi ini akan memperburuk kondisi seseorang yang pernah mengalami masalah psikologis sebelumnya.

Tenaga medis, katanya, dapat mengalami tekanan, baik dalam bentuk fisik dan mental akibat wabah yang disebabkan oleh virus korona baru. Tekanan fisik dapat timbul ketika jam kerja lebih lama karena banyaknya pasien yang harus dirawat seiring dengan peningkatan orang positif Covid-19.

Tidak hanya itu, gejala psikologis juga muncul dalam situasi krisis seperti saat ini, yaitu dalam bentuk ketakutan yang timbul dari penularan yang menyebabkan kecemasan, peningkatan stres dan perasaan tidak kompeten. Itu karena dalam situasi seperti itu lingkungan kerja tenaga medis bisa sangat stres ketika mereka dipaksa untuk bekerja lebih cepat daripada sebelumnya ditambah banyak protokol yang harus diikuti.

"Tidak hanya di lingkungan rumah sakit, ada juga tekanan dari luar seperti munculnya stigma terhadap staf medis sebagai orang yang merawat pasien Covid-19," kata Annelia.

Karena itu, katanya dalam diskusi yang diadakan oleh Asosiasi Rumah Sakit Indonesia (PERSI), perlu mengambil beberapa langkah untuk menangani hal ini. Dari sisi fisik, kata Koordinator Gugus Tugas Psikolog Klinis untuk Penanggulangan Covid-19, mengusulkan adanya jam kerja dan pengaturan beban kerja untuk menghindari kelelahan, nutrisi yang cukup dan air minum yang rajin.

Selain itu, melakukan olahraga kecil seperti meregangkan tubuh di ruang khusus yang terpisah juga dapat membantu petugas medis mengisi kembali energi mereka. "Kita harus waspada, terutama manajemen, dengan keparahan keluhan psikologis yang dialami. Kerjasama dengan layanan psikologis menjadi sangat penting, sehingga ketika kita dapat mengidentifikasi masalah psikologis yang dialami oleh petugas kesehatan, kita dapat segera mengambil tindakan," katanya.

sumber: Antara

sumber

Loading...