Tiap Jam, Dua Anak Indonesia Meninggal karena Pneumonia

Posted on
Loading...

Warning: mysqli_query(): (HY000/3): Error writing file '/tmp/MYpy3IOW' (Errcode: 28 - No space left on device) in /srv/users/serverpilot/apps/wanitatrendi/public/wp-includes/wp-db.php on line 2007

Tiap Jam, Dua Anak Indonesia Meninggal karena Pneumonia

Cari tahu fakta lain tentang pneumonia anak dan apa yang harus dilakukan dengannya.

Loading...

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pneumonia merupakan penyebab kematian terbesar kedua pada balita di Indonesia. Namun, jika tidak paham, orang tua bisa saja salah mengira gejala pneumonia sebagai flu, sehingga anak tidak mendapatkan pengobatan yang seharusnya.

Tanpa pengobatan yang tepat, pneumonia dapat menyebabkan komplikasi seperti kesulitan bernapas, infeksi pada aliran darah, penumpukan cairan, atau nanah di dalam atau sekitar paru-paru. Resiko paling fatal adalah kematian.

Berikut empat fakta seputar pneumonia yang perlu diketahui ibu dan ayah agar anaknya bisa terhindar dari penyakit tersebut, seperti dikutip dari siaran resmi Pfizer.

1. Pneumonia merupakan penyebab kematian terbesar kedua pada balita di Indonesia
Berdasarkan data yang dihimpun Unicef, lebih dari 19 ribu balita di Indonesia meninggal akibat pneumonia pada tahun 2018. Artinya lebih dari dua anak di Indonesia meninggal akibat pneumonia setiap jamnya.

2. Gejala pneumonia bisa menyerupai gejala flu
Gejala awal pneumonia meliputi sesak napas, nyeri dada, demam, batuk, dan kehilangan nafsu makan, yang dapat dengan mudah disalahartikan sebagai gejala flu.

Orang tua hendaknya tidak menunggu anak pincang untuk memastikan bahwa si kecil sakit. Saat ritme nafas anak menjadi cepat dan anak terlihat tidak nyaman saat bernafas, segera bawa si kecil ke dokter.

3. Pneumonia dapat ditularkan melalui berbagai agen dan media
Pneumonia bisa disebabkan oleh berbagai macam agen, mulai dari bakteri, virus, hingga jamur. Salah satu penyebab pneumonia yang paling umum adalah infeksi dari bakteri Streptococcus pneumoniae (pneumokokus). Agen ini dapat ditularkan melalui udara (saat batuk atau bersin), melalui darah termasuk dari persalinan, atau dari permukaan yang terkontaminasi.

4. Imunisasi PCV untuk melindungi anak
Orang tua dapat melindungi anaknya dengan melakukan empat langkah sederhana yaitu imunisasi PCV saat anak berusia 2, 4, 6, dan 12-15 bulan. Cara efektif untuk melindungi anak dari pneumonia adalah melalui imunisasi, termasuk imunisasi terhadap kuman Hib, pneumokokus, campak, dan pertusis.

Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus dapat dicegah dengan imunisasi vaksin konjugasi pneumokokus (PCV). Imunisasi PCV perlu dilakukan pada anak usia 2, 4, dan 6 bulan, dengan pendorong pada usia 12-15 bulan.

Namun apabila bayi telah melewati usia 6 bulan dan belum mendapat imunisasi PCV, maka imunisasi PCV dapat dilakukan sebagai berikut:

Pada umur 7-12 bulan: Imunisasi PCV dilakukan 2 kali dengan jarak waktu minimal 1 bulan, ditambah 1 dosis booster pada umur 12-15 bulan.

Pada usia 1-2 tahun: imunisasi PCV dilakukan 2 kali dengan jarak minimal 2 bulan.

Di atas usia 2 tahun: imunisasi PCV hanya dilakukan satu kali.

sumber: Antara

sumber

Loading...