Tips Mencegah Batuk dan Pilek Saat Beribadah Haji • Hello Sehat

Posted on
Loading...

Tips Mencegah Batuk dan Pilek Saat Beribadah Haji • Hello Sehat

Saat melakukan ziarah di Tanah Suci, Anda harus selalu memperhatikan kesehatan Anda sehingga Anda dapat beribadah dengan sungguh-sungguh. Kapan pun tubuh bisa terserang penyakit. Misalnya, peziarah mengalami batuk dan pilek cukup sering. Sebelum kondisi kesehatan memburuk karena batuk dan masuk angin saat naik haji, sebaiknya Anda mengambil tindakan pencegahan.

Loading...

Apa yang menyebabkan jemaat mengalami batuk dan pilek selama haji?

Pertama-tama, mari kita bahas batuk terlebih dahulu. Batuk sebenarnya adalah reaksi tubuh untuk membersihkan tenggorokan dari lendir atau menyebabkan iritasi. Namun, batuk juga bisa disebabkan atau merupakan gejala dari masalah kesehatan lainnya.

Seperti dilansir situs web Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kementerian Kesehatan RI), batuk yang dialami para peziarah sebagian besar disebabkan oleh iklim dan cuaca panas, kelelahan, dan debu yang berserakan di udara dan kemudian terhirup. oleh peziarah.

Sementara itu, pilek disebabkan oleh virus yang menyebar dan Anda mungkin tanpa sadar mengidapnya. Penyebaran virus bisa melalui batuk, bersin, dan menyentuh permukaan benda yang memiliki virus flu.

Batuk dan pilek adalah masalah kesehatan yang terjadi pada saluran pernapasan. Keduanya sering muncul bersama ketika Anda pergi berziarah.

Pentingnya mencegah batuk dan pilek selama haji

Batuk dan pilek biasanya akan hilang dalam satu atau dua minggu setelah gejala muncul. Namun, jika Anda menunggu batuk dan pilek menghilang dengan sendirinya, proses ziarah kemungkinan akan terganggu.

Butuh perawatan cepat dan efektif untuk mengatasi kondisi kesehatan ini. Jika batuk dan pilek masih tidak kunjung sembuh, Anda mungkin mengalami komplikasi yang cukup sering dialami oleh peziarah, seperti:

  • Bronkitis
  • Pneumonia
  • Radang dlm selaput lendir

Apa saja tips untuk mencegah batuk dan pilek saat berziarah?

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh jamaah haji untuk menghindari batuk dan pilek saat berziarah. Dilansir dari Kementerian Agama, seorang pemandu agama menyarankan agar peziarah mengurangi aktivitas di luar hotel.

Selain itu, Anda dapat mencegah tertular batuk dan pilek selama perjalanan dengan tips berikut:

1. Gunakan topeng

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, banyak batuk pada peziarah disebabkan oleh iritasi sehingga penting untuk mengenakan topeng setiap kali Anda melakukan kegiatan di luar ruangan. Ini untuk mencegah iritasi.

Selain itu, masker dapat mencegah virus dan bakteri yang masuk angin masuk ke dalam tubuh. Anda perlu menggunakan topeng, terutama saat berada di tempat yang ramai dan penuh dengan peziarah lain untuk menghindari batuk dan pilek saat berziarah.

2. Saputangan siap

Saputangan berguna untuk mengurangi penyebaran virus atau bakteri penyebab pilek. Menghalangi penyebaran virus dengan menutupi hidung dan mulut dengan saputangan saat batuk dan bersin. Jika Anda tidak memiliki sapu tangan, tutupi batuknya dan bersinlah lengan tangan atas.

3. Sering-seringlah mencuci tangan

Penyebaran pilek dapat terjadi melalui sentuhan, misalnya mungkin Anda secara tidak sadar berjabat tangan dengan orang yang menderita pilek. Karena itu, penting untuk selalu mencuci tangan. Hindari memegang mata, hidung, atau wajah Anda sebelum membersihkan tangan.

Batuk dan pilek saat berziarah dapat dihindari selama Anda selalu menjaga kebersihan dan menjauhkan diri dari paparan virus dan bakteri.

4. Pertahankan asupan nutrisi

Sebuah studi menemukan bahwa orang yang mengonsumsi buah, serat, dan flavonoid cenderung tidak mengalami gejala pernapasan kronis seperti batuk. Selain itu, mengonsumsi makanan yang kaya vitamin seperti buah-buahan dan sayuran juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Jika Anda kesulitan menemukan makanan sehat, suplemen atau vitamin dapat menjadi alternatif selama ziarah Anda.

Anda dapat mengonsumsi suplemen kekebalan yang mengandung vitamin C, Vitamin D, dan Seng dalam format effervescent (tablet yang larut dalam air). Selain efektif meningkatkan daya tahan tubuh, pada saat bersamaan juga meningkatkan konsumsi cairan dalam tubuh untuk menghindari dehidrasi.

5. Istirahat yang cukup

Usahakan untuk selalu mendapatkan istirahat yang cukup dan jangan memaksakan diri Anda untuk beribadah, selain dari yang termasuk dalam ziarah. Tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan energi yang hilang. Karena itu, segera tidur ketika saatnya untuk melanjutkan kegiatan Anda besok.

Baca juga:

sumber

Loading...