Waspada, Pasien Kanker Lebih Berisiko Jadi Korban Virus Corona

Posted on
Loading...

Waspada, Pasien Kanker Lebih Berisiko Jadi Korban Virus Corona

JAKARTA, iNews.id – Penyebaran virus korona baru (Covid-19) masih berlangsung di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Jumlah kasus positif virus korona terus bertambah setiap hari selama tiga minggu terakhir, serta pasien yang telah meninggal.

Loading...

Data per Kamis (26/3/2020), penambahan kasus positif virus korona mencapai 103 orang sehingga total 893 dengan 78 pasien termasuk sekarat dan 35 pulih.

Terlepas dari statistik, para ahli telah menemukan bahwa orang dengan kanker lebih rentan terhadap virus korona. Tidak hanya lebih mudah terinfeksi, tetapi juga berisiko mengalami gejala parah yang bisa berakibat fatal.

Menurut sebuah penelitian baru-baru ini terhadap 45.000 kasus yang dikonfirmasi oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, orang dengan kanker, penyakit kardiovaskular, diabetes, penyakit pernapasan kronis, dan tekanan darah tinggi memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi.

Studi ini menemukan bahwa orang dengan kanker memiliki angka kematian 5,6 persen, menurut laporan Cancer Health.

"Seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi. Hal yang sama terjadi pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi, orang-orang dengan transplantasi organ padat atau transplantasi sumsum tulang dan mereka yang menggunakan steroid dosis tinggi untuk penyakit autoimun, risikonya mungkin menjadi lebih parah, "kata Steve Pergam, MD, MPH dari Divisi Vaksin dan Penyakit Menular di Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson Cancer Research Center, seperti dikutip Cancer Health, Jumat (27/3/2020).

Dia menjelaskan, penderita penyakit itu mungkin perlu lebih banyak waktu untuk pulih.

"Mereka juga lebih mungkin terserang pneumonia dan meninggal," katanya.

Dalam hal ini, para peneliti merekomendasikan ketentuan perlindungan pribadi yang lebih kuat untuk pasien dan penyintas kanker serta pengawasan dan perawatan yang lebih intensif, terutama untuk orang tua dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan lainnya.

Orang yang sehat dan merasa agak sakit juga dapat membantu orang dengan penyakit penyerta dengan melakukan upaya pencegahan untuk menekan penyebaran virus korona. Diantaranya oleh:

1. Hindari kontak dekat – artinya dalam jarak sekitar enam kaki – dengan orang yang menderita batuk atau gejala pernapasan lainnya (jarak fisik).

2. Cuci tangan Anda dengan sabun dan air secara menyeluruh dan sering setidaknya selama 20 detik.

3. Gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol ketika sabun dan air tidak tersedia.

4. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda.

5. Orang sehat tidak perlu memakai masker wajah secara rutin untuk mencegah infeksi, tetapi gunakan masker jika Anda merawat seseorang yang sakit.

6. Dapatkan vaksin flu. Orang yang lebih tua juga harus mempertimbangkan vaksinasi pneumonia.

Jika Anda sakit:

1. Batuk atau bersin ke dalam jaringan atau siku Anda, dan segera buang tisu ke tempat sampah.

2. Hindari kontak dekat dengan orang lain.

3. Tetap di rumah.

4. Jika Anda merasa memiliki virus korona, segera hubungi penyedia layanan kesehatan Anda, terutama jika Anda demam, batuk, atau kesulitan bernapas.

5. Sebelum Anda pergi ke klinik atau rumah sakit, hubungi terlebih dahulu sehingga staf dapat mengambil tindakan pencegahan yang tepat.

6. Mengenakan topeng bisa menghentikan penyebaran tetesan yang bisa menularkan virus ke orang lain.

Editor: Tuty Ocktaviany

sumber

Loading...